



Stok yang tersedia habis
Dibuat oleh
Latar Belakang Seniman
Berikut adalah draf biografi untuk Dewi Pandai Sikek yang disusun secara profesional namun tetap memiliki sentuhan personal untuk keperluan profil bisnis atau media sosial. Profil Usaha: Dewi Pandai Sikek Melestarikan Warisan, Menenun Keanggunan Dewi Pandai Sikek adalah lini usaha kerajinan tenun yang berfokus pada pelestarian dan produksi Songket Pandai Sikek berkualitas tinggi. Berdiri sejak tahun 2012, usaha ini lahir dari keinginan kuat untuk menjaga kemurnian teknik tenun tradisional Minangkabau sekaligus menghadirkan produk yang relevan dengan perkembangan zaman. Perjalanan dan Dedikasi Sejak awal berdiri, Dewi Pandai Sikek berkomitmen pada aspek kualitas dan keaslian. Memahami bahwa songket bukan sekadar kain, melainkan identitas budaya, kami memastikan setiap helai benang ditenun dengan ketelitian tinggi. Guna meningkatkan standar produksi, tim kami telah melewati berbagai pelatihan tenun profesional. Hal ini dilakukan untuk mengasah keterampilan teknis, mulai dari pemilihan benang berkualitas hingga kerumitan motif, sehingga setiap produk yang dihasilkan memiliki nilai seni yang unggul dan ketahanan yang baik. Pengalaman dan Jangkauan Selama lebih dari satu dekade, Dewi Pandai Sikek telah membuktikan eksistensinya di industri kreatif Indonesia. Kepercayaan pelanggan membawa kami melangkah lebih jauh, di antaranya: * Produksi Autentik: Spesialis dalam pembuatan Songket Pandai Sikek dengan motif klasik dan kontemporer. * Partisipasi Nasional: Aktif mengikuti berbagai bazar dan pameran berskala nasional, memperkenalkan keindahan wastra Sumatera Barat ke kancah yang lebih luas.
Deskripsi Karya
Berdasarkan gambar yang Anda unggah, berikut adalah deskripsi mendalam mengenai kain Songket Balapak dengan Selendang Sulaman khas Minangkabau tersebut: Deskripsi Produk Karya ini merupakan perpaduan harmonis antara dua teknik kerajinan tangan tradisional Sumatra Barat yang sangat bernilai tinggi: Menenun (Songket) dan Menyulam (Sulam Bayang/Pita/Benang). 1. Kain Songket Balapak (Dasar) * Jenis: Songket Balapak. Kata "balapak" merujuk pada teknik tenun di mana motif benang emas atau peraknya menutupi hampir seluruh permukaan kain dasar (padat). * Warna & Motif: Menggunakan benang berwarna emas lembut (soft gold) atau krem metalik. Motifnya menampilkan pola geometris khas Minang seperti Pucuak Rabuang (pucuk rebung) di bagian pinggir dan motif Sajamba Makan atau belah ketupat di bagian badan kain. * Tekstur: Terlihat mewah, kaku, dan memiliki kilau yang elegan, memberikan kesan aristokratik. 2. Selendang Sulaman (Aksen Tengah) * Detail Sulam: Bagian tengah selendang dihiasi dengan panel berwarna marun (burgundy) yang kontras. Di atas panel ini terdapat Sulaman Tangan bermotif bunga-bunga (floral). * Warna Sulam: Menggunakan kombinasi warna yang ceria namun tetap anggun, seperti ungu, merah muda (pink), jingga, dan putih. * Teknik: Sulaman ini tampak menonjol (3D), memberikan tekstur yang lembut sebagai penyeimbang kain songket yang cenderung kaku. 3. Aksen Renda (Pinggiran) * Di bagian ujung selendang, terdapat hiasan Renda/Rumbai berwarna putih atau krem tulang. Renda ini menambah kesan feminin dan memperhalus tampilan keseluruhan selendang saat disampirkan di bahu. Penggunaan Set kain ini biasanya digunakan untuk acara-acara adat yang sangat formal, seperti: * Baju Kurung Basiba: Sebagai selendang pelengkap pakaian adat perempuan Minang. * Pernikahan: Cocok digunakan oleh pengantin (Anak Daro) maupun pihak keluarga (Inyiak/Bundo Kanduang). * Koleksi Seni: Karena tingkat kerumitannya, kain ini sering dijadikan investasi budaya atau koleksi pribadi. > Catatan: Perpaduan songket dengan sulaman di tengah seperti ini tergolong desain kontemporer yang tetap mempertahankan pakem tradisional, sangat populer karena tampilannya yang lebih berwarna dan modis. > Apakah Anda ingin saya membantu menghitung estimasi harga pasar untuk set kain seperti ini atau mencari informasi cara perawatannya?
Spesifikasi
Kategori :Aksesori & Perhiasan, Hadiah & Souvenir, Fashion & Pakaian
Stok yang tersedia habis
Dibuat oleh
Latar Belakang Seniman
Berikut adalah draf biografi untuk Dewi Pandai Sikek yang disusun secara profesional namun tetap memiliki sentuhan personal untuk keperluan profil bisnis atau media sosial. Profil Usaha: Dewi Pandai Sikek Melestarikan Warisan, Menenun Keanggunan Dewi Pandai Sikek adalah lini usaha kerajinan tenun yang berfokus pada pelestarian dan produksi Songket Pandai Sikek berkualitas tinggi. Berdiri sejak tahun 2012, usaha ini lahir dari keinginan kuat untuk menjaga kemurnian teknik tenun tradisional Minangkabau sekaligus menghadirkan produk yang relevan dengan perkembangan zaman. Perjalanan dan Dedikasi Sejak awal berdiri, Dewi Pandai Sikek berkomitmen pada aspek kualitas dan keaslian. Memahami bahwa songket bukan sekadar kain, melainkan identitas budaya, kami memastikan setiap helai benang ditenun dengan ketelitian tinggi. Guna meningkatkan standar produksi, tim kami telah melewati berbagai pelatihan tenun profesional. Hal ini dilakukan untuk mengasah keterampilan teknis, mulai dari pemilihan benang berkualitas hingga kerumitan motif, sehingga setiap produk yang dihasilkan memiliki nilai seni yang unggul dan ketahanan yang baik. Pengalaman dan Jangkauan Selama lebih dari satu dekade, Dewi Pandai Sikek telah membuktikan eksistensinya di industri kreatif Indonesia. Kepercayaan pelanggan membawa kami melangkah lebih jauh, di antaranya: * Produksi Autentik: Spesialis dalam pembuatan Songket Pandai Sikek dengan motif klasik dan kontemporer. * Partisipasi Nasional: Aktif mengikuti berbagai bazar dan pameran berskala nasional, memperkenalkan keindahan wastra Sumatera Barat ke kancah yang lebih luas.
Deskripsi Karya
Berdasarkan gambar yang Anda unggah, berikut adalah deskripsi mendalam mengenai kain Songket Balapak dengan Selendang Sulaman khas Minangkabau tersebut: Deskripsi Produk Karya ini merupakan perpaduan harmonis antara dua teknik kerajinan tangan tradisional Sumatra Barat yang sangat bernilai tinggi: Menenun (Songket) dan Menyulam (Sulam Bayang/Pita/Benang). 1. Kain Songket Balapak (Dasar) * Jenis: Songket Balapak. Kata "balapak" merujuk pada teknik tenun di mana motif benang emas atau peraknya menutupi hampir seluruh permukaan kain dasar (padat). * Warna & Motif: Menggunakan benang berwarna emas lembut (soft gold) atau krem metalik. Motifnya menampilkan pola geometris khas Minang seperti Pucuak Rabuang (pucuk rebung) di bagian pinggir dan motif Sajamba Makan atau belah ketupat di bagian badan kain. * Tekstur: Terlihat mewah, kaku, dan memiliki kilau yang elegan, memberikan kesan aristokratik. 2. Selendang Sulaman (Aksen Tengah) * Detail Sulam: Bagian tengah selendang dihiasi dengan panel berwarna marun (burgundy) yang kontras. Di atas panel ini terdapat Sulaman Tangan bermotif bunga-bunga (floral). * Warna Sulam: Menggunakan kombinasi warna yang ceria namun tetap anggun, seperti ungu, merah muda (pink), jingga, dan putih. * Teknik: Sulaman ini tampak menonjol (3D), memberikan tekstur yang lembut sebagai penyeimbang kain songket yang cenderung kaku. 3. Aksen Renda (Pinggiran) * Di bagian ujung selendang, terdapat hiasan Renda/Rumbai berwarna putih atau krem tulang. Renda ini menambah kesan feminin dan memperhalus tampilan keseluruhan selendang saat disampirkan di bahu. Penggunaan Set kain ini biasanya digunakan untuk acara-acara adat yang sangat formal, seperti: * Baju Kurung Basiba: Sebagai selendang pelengkap pakaian adat perempuan Minang. * Pernikahan: Cocok digunakan oleh pengantin (Anak Daro) maupun pihak keluarga (Inyiak/Bundo Kanduang). * Koleksi Seni: Karena tingkat kerumitannya, kain ini sering dijadikan investasi budaya atau koleksi pribadi. > Catatan: Perpaduan songket dengan sulaman di tengah seperti ini tergolong desain kontemporer yang tetap mempertahankan pakem tradisional, sangat populer karena tampilannya yang lebih berwarna dan modis. > Apakah Anda ingin saya membantu menghitung estimasi harga pasar untuk set kain seperti ini atau mencari informasi cara perawatannya?
Spesifikasi
Kategori :Aksesori & Perhiasan, Hadiah & Souvenir, Fashion & Pakaian
Terdaftar pada 04 Feb 2026
@ 2026 Galeri | Semua Hak Dilindungi